Selasa, 23 Juli 2019

THOHAROH


ADAB-ADAB DALAM MENCUCI
  1. Memisahkan   pakaian yang bernajis dan yang tidak bernajis
  2. Mencuci hendaknya pada air yang mengalir atau air yang cukup 2 kulah atau lebih
  3. Mencuci dengan mendahulukan pakaian yang terkena najis
  4. Pakaian dalam hendaknya di jemur didalam rumah jangan di luar rumah karena menunjukan pada aurat
  5. Diutamakan mencuci pakaian dalam oleh sendiri

ADAB SEORANG ISTRI DI RUMAH
  1. Setiap masuk ke dalam rumah hendaklah membaca salam
  2. Ibu Rumah tangga merupakan guru di rumah, hendaklah dapat menjadi contoh untuk anak-anaknya
  3. Ibu rumah tangga hendaklah jangan memakai pakaian yang tidak sopan, karena akan di ikuti oleh anak-anaknya
  4. Kecuali di dalam kamar untuk suaminya, walaupun itu kita harus yakin bahwa Allah maha melihat
  5. Tidak boleh memasukan laki-laki lain ke rumah yang bukan muhrim, kecuali di rumah ada mahram. Dan ketika ada laki-laki yang bukan muhrim bertanya diluar rumah maka jawab dengan tegas, singkat dan jangan menimbulkan fitnah.
  6. Seumpama akan berangkat keluar rumah, istri harus minta izin dahulu kepada suaminya dan berangkatnya sesuai dengan yang diijinkan.
  7. Ketika suami akan berangkat kerja, hendaklah di antar sampai ke pintu dan ucapkanlah salam, selama suami tidak ada di rumah istri harus bisa menjaga diri sendiri dan harta suaminya.
  8. Seumpama suami pulang dari kerja, disunatkan istri menyambut dengan gembira,bersalaman,dan mencium tangannya.

18 MACAM NAFSU


Delapan Belas Macam Nafsu Yang ada pada diri Manusia
Pembagian nafsu secara garis besar, ada dua: Pertama, terdiri dari delapan tingkatan yang ditempuh oleh diri atau nafsu manusia:
1. Nafsu ammarah: nafsu yang selalu mendorong untuk berbuat sesuatu di luar     pertimbangan akal yang tenang, sehingga tidak mampu membedakan mana   yang benar mana yang salah, mana baik mana buruk.
2. Nafsu lawwamah: nafsu yang sudah punya kesadaran, sehingga seseorang     yang (terlanjur) berbuat salah atau tercela, akan tersadar, lalu menyesali diri    atau merasa berdosa. Nafsu ini berdiri di simpang jalan antara ammarah dan   muthmainnah.
3. Nafsu Muthmainnah: nafsu yang telah didominasi dan dikuasai oleh iman     lantaran sudah begitu masak oleh pengalaman dan gemblengan badai derita,        sehingga mampu dan terampil memilah yang haq dari yang batil, di mana      yang terakhir ini akan terpental dengan sendirinya. Di segala situasi, baik    dalam duka derita maupun dalam suka cita, nafsu ini tetap dingin dan tenang.     Atau dengan bahasa Buya Hamka, ia punya dua sayap: sayap sabar (di            cuaca kelam dan kesulitan) dan sayap syukur (di saat jaya dan makmur). Di sini perlunya iman dan zikir.
4. Nafsu mulhamah: unsur jiwa yang menerima ilham dari Tuhan, misalnya        berbentuk ilmu pengetahuan.
5. Nafsu musawwalah: nafsu yang bebas melakukan apa yang dimauinya          tanpa peduli nilai aktivitasnya itu, kendatipun sudah mampu membedakan         mana yang haq dan mana yang batil.
6. Nafsu radhiyah: unsur jiwa yang menginsafi apa yang diterimanya dan     menyatakan rasa syukur dalam menerima ridha Allah.
7. Nafsu mardhiyah: nafsu yang senantiasa pasrah akan ridha Allah.
8. Nafsu kamilah: unsur jiwa yang telah memiliki kesempurnaan, baik kulit          maupun isi, lahir atau batin, luar dan dalam.
Kedua, berupa sepuluh rupa nafsu (jiwa atau sifat tercela) yang mendekam dalam diri manusia, sehingga sekuat mungkin harus dijinakkan dan (kalau perlu) digilas.
1. Nafsu kalbiyah: Sifat anjing, yang perwujudannya antara lain suka       memonopoli sendiri.
2. Nafsu himariyah: jiwa keledai, yang pandai memikul namun tidak mengerti     secuil pun apa yang dipikulnya. Dengan kata lain, ia tak memahami masalah.
3. Nafsu sabu'iyah: jiwa serigala (suka-suka menyakiti atau menganiaya orang lain dengan cara apa pun).
4. Nafsu fa'riyah: nyali tikus, sebangsa merusak, menilep, atau semacamnya.
5. Nafsu dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi, yaitu jiwa binatang     penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking. (Senang menyindir-nyindir     orang, menyakiti hati orang, dengki, dendam, dan semacamnya).
6. Nafsu khinziriyah: sifat babi, yakni suka kepada yang kotor,busuk, apek, dan     yang menjijikkan.

7. Nafsu thusiyah: nafsu merak, antara lain suka menyombongkan diri, sok         aksi, berlagak-lagu, busung dada, dan sebagainya.
8. Nafsu jamaliyah: nafsu unta (tak punya rasa santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang penting dirinya selamat dan untung).
9. Nafsu dubbiyah: jiwa beruang. Biarpun kuat dan gagah, tapi sontok akal         alias dungu.
10. Nafsu qirdiyah: jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek,     tak dikasih ia mencibir, sinis, dan suka melecehkan/memandang enteng).


TA'LIM


ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#
ABDI SODAKOH IEU HARTA
RP,……………………..
1. KANGGO MIDYAHAN SHOLAT FARDU SARENG WAJIBNA
ALMARHUM/ALMARHUMAH
………………………..BIN/BNINTI……………………………
SATAUNEUN
ABDI SODAKOH IEU HARTA
RP,……………………..
2. KANGGO MIDYAHAN PUASA ROMADON
ALMARHUM/ALMARHUMAH
                 ………………………..BIN/BNINTI……………………………
SAUMUR HIRUPNA
ABDI SODAKOH IEU HARTA
RP,……………………..
3. KANGGO MIDYAHAN ZAKAT MAL
 ALMARHUM/ALMARHUMAH
………………………..BIN/BNINTI……………………………
SAUMUR HIRUPNA
ABDI SODAKOH IEU HARTA
RP,……………………..
4. KANGGO MIDYAHAN KIFARAT ZIHAR
ALMARHUM/ALMARHUMAH
………………………..BIN/BNINTI……………………………
SAUMUR HIRUPNA
ABDI SODAKOH IEU HARTA
RP,……………………..
5. KANGGO MIDAYAHAN KIFARAT YAMIN
ALMARHUM/ALMARHUMAH
………………………..BIN/BNINTI……………………………
SAUMUR HIRUPNA
 الحمد لله ربّ العلمين
جزك الله خيرا كسيرا

BLOGNYA RUSAK AKAN DI GANTI YANG BARU

THOHAROH

ADAB-ADAB DALAM MENCUCI Memisahkan    pakaian yang bernajis dan yang tidak bernajis Mencuci hendaknya pada air yang mengalir atau ...