Delapan Belas Macam Nafsu Yang ada pada diri Manusia
Pembagian nafsu secara garis
besar, ada dua: Pertama, terdiri dari delapan tingkatan yang ditempuh
oleh diri atau nafsu manusia:
1.
Nafsu ammarah: nafsu yang selalu mendorong untuk berbuat sesuatu di luar
pertimbangan akal yang tenang,
sehingga tidak mampu membedakan mana yang
benar mana yang salah, mana baik mana buruk.
2.
Nafsu lawwamah: nafsu yang sudah punya kesadaran, sehingga seseorang yang (terlanjur) berbuat salah atau tercela,
akan tersadar, lalu menyesali diri atau
merasa berdosa. Nafsu ini berdiri di simpang jalan antara ammarah dan muthmainnah.
3.
Nafsu Muthmainnah: nafsu yang telah didominasi dan dikuasai oleh iman lantaran sudah begitu masak oleh pengalaman
dan gemblengan badai derita, sehingga
mampu dan terampil memilah yang haq dari yang batil, di mana yang terakhir ini akan terpental dengan
sendirinya. Di segala situasi, baik dalam
duka derita maupun dalam suka cita, nafsu ini tetap dingin dan tenang. Atau dengan bahasa Buya Hamka, ia punya dua
sayap: sayap sabar (di cuaca
kelam dan kesulitan) dan sayap syukur (di saat jaya dan makmur). Di sini perlunya iman dan zikir.
4.
Nafsu mulhamah: unsur jiwa yang menerima ilham dari Tuhan, misalnya berbentuk ilmu pengetahuan.
5.
Nafsu musawwalah: nafsu yang bebas melakukan apa yang dimauinya tanpa peduli nilai aktivitasnya itu,
kendatipun sudah mampu membedakan mana
yang haq dan mana yang batil.
6.
Nafsu radhiyah: unsur jiwa yang menginsafi apa yang diterimanya dan menyatakan rasa syukur dalam menerima ridha
Allah.
7.
Nafsu mardhiyah: nafsu yang senantiasa pasrah akan ridha Allah.
8.
Nafsu kamilah: unsur jiwa yang telah memiliki kesempurnaan, baik kulit maupun isi, lahir atau batin, luar dan
dalam.
Kedua, berupa sepuluh rupa nafsu (jiwa atau
sifat tercela) yang mendekam dalam diri manusia, sehingga sekuat mungkin harus
dijinakkan dan (kalau perlu) digilas.
1.
Nafsu kalbiyah: Sifat anjing, yang perwujudannya antara lain suka memonopoli sendiri.
2.
Nafsu himariyah: jiwa keledai, yang pandai memikul namun tidak mengerti secuil pun apa yang dipikulnya. Dengan kata
lain, ia tak memahami masalah.
3.
Nafsu sabu'iyah: jiwa serigala (suka-suka menyakiti atau menganiaya
orang lain dengan cara apa pun).
4.
Nafsu fa'riyah: nyali tikus, sebangsa merusak, menilep, atau semacamnya.
5.
Nafsu dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi, yaitu jiwa binatang
penyengat berbisa sebagai ular dan
kalajengking. (Senang menyindir-nyindir orang,
menyakiti hati orang, dengki, dendam, dan semacamnya).
6.
Nafsu khinziriyah: sifat babi, yakni suka kepada yang kotor,busuk, apek,
dan yang menjijikkan.
7.
Nafsu thusiyah: nafsu merak, antara lain suka menyombongkan diri, sok aksi, berlagak-lagu, busung dada, dan
sebagainya.
8. Nafsu jamaliyah: nafsu unta (tak punya rasa
santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang
penting dirinya selamat dan untung).
9.
Nafsu dubbiyah: jiwa beruang. Biarpun kuat dan gagah, tapi sontok akal alias dungu.
10.
Nafsu qirdiyah: jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek,
tak dikasih ia mencibir, sinis, dan
suka melecehkan/memandang enteng).